POEM

Halo Juni

Halo Juni

di laman ini, aku akan berbicara tentang cinta

cinta yang katanya sederhana, namun manusianya yang kadang menyulitkan
aku contohnya; menahun takut kembali mencinta karena takut kembali terluka
jatuh cinta tanpa patah hati? hahaha itu sama saja seperti ingin makan nastar tanpa nanas
aneh! padahal, luka adalah nama tengah dari rasa cinta yang belum semestinya
karena cinta tanpa luka hanya didapat oleh cinta pada sang Maha Cinta
menahun tak bisa jatuh cinta? bukan karena gak bisa move on!
hanya belum bisa menerima orang baru saja
mungkin lebih tepatnya belum siap terluka
butuh ruang, butuh jeda, untuk sendiri
merawat rasa yang mati.
dahulu aku selalu berdoa, tak ingin mencinta
jika bukan takdir yang telah tercipta
agar tak ada lagi luka
padahal tak ada jaminannya

dalam proses pencaharian cinta yang tepat
banyak dari kita yang takut untuk kembali jatuh lagi dan lagi
itu tak salah, manusia hakikatnya selalu menginginkan hasil akhir yang manis
tapi sering kali lupa, bahwa proses perjalanan yang pahit
justru mendewasakan, menguatkan.

saat ini aku telah berani membuka hati, walaupun tak tahu
kau adalah akhir atau kah bagian dari perjalanan pahit yang harus dilewati
aku masih mencintaimu saat ini, masih dengan sederhana

kita tak pernah tahu apakah kita akan dipertemukan semesta kembali atau tidak
kita tak pernah tahu kapan rasa ini akan hilang,
kita tak pernah tahu. Aku, kamu, kita,
hanya bisa menikmati skenario terindahNya

terima kasih sudah pernah hadir
terima kasih sudah ada di bumi
semoga Juni ini aku lebih dikuatkan, terutama soal perasaan
dan untukmu yang terlahir di bulan Juni, semoga harimu selalu menyenangkan
dan selalu dimuliakan Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *